Yamaha Aerox, Motor Bermesin VVA yang Semakin Bertenaga

Pada ajang MotoGP 2016 silam di Sepang, Malaysia, pabrikan asal Jepang meluncurkan pembaharuan pada Yamaha Aerox. Berbeda dari generasi sebelumnya, kubikasi mesinnya sebesar 155 serta dilengkapi dengan sistem Variable Valve Actuation, sehingga semakin bertenaga. Motor ini juga tampil prima dengan disediakannya tiga varian yaitu Standar, R-Version, dan S-Version.

        Sudah disinggung sebelumnya ya kalau Aerox menggunakan mesin dengan sistem VVA. Nah, untuk menghasilkan tenaga yang gahar, dibantu oleh transmisi V-Belt Automatic. Selain itu, adanya teknologi Blue Core menjadikan motor ini ramah lingkungan.

        Untuk dimensi, Yamaha Aerox tergolong bongsor. Namun, posisi jok yang pas dengan postur orang Indonesia serta tingkat ground clearance yang cukup tinggi dari tanah, menjadikan motor ini semakin nyaman dikendarai. Bahkan, saat melewati jalan berbatu dan polisi tidur.

        Belum lagi, suspensi yang tersemat untuk Aerox terbilang kokoh pada bagian kaki-kaki depan dan belakang. Selain sudah mengadopsi model teleskopik dan Unit Swing, adanya velg besar menjadikan tunggangan ini andal dalam bermanuver tanpa menimbulkan guncangan yang berarti.

        Yamaha Aerox dilengkapi dengan banyak fitur baru. Selain Anti-Lock Braking System (ABS), ada Electric Power Socket (EPS) untuk mengisi daya ponsel. Cocok sekali dijadikan . teman perjalanan, ya. Mengingat alat komunikasi harus tetap on untuk mempermudah berbagai keperluan.

        Bukan hanya itu, sistem penguncian Keyless akan mempermudah pengguna untuk menghidupkan mesin tanpa anak kunci. Fitur Stop and Start System pun disematkan di sini sebagai penekan penggunaan bahan bakar saat motor berhenti. Nah, tidak perlu khawatir lagi deh kalau terjebak kemacetan.

        Ada juga fitur mati otomatis dan seputar keamanan di sektor kunci yang semakin menjadikan motor ini berkelas. Namun, kemudahan tersebut tidak tersemat pada semua varian. Untuk memperjelas, bagaimana sih perbedaan masing-masing versi?

        Varian S merupakan versi tertinggi dari Aerox. Semua fitur tersemat di sini. Kemudian, untuk versi standar, hanya ada EPS. Sementara R yang berarti racing, unggul melalui rem cakram model bergelombang dan sokbreker tabung berisi Nitrogen. Selain itu, masing-masing opsi memiliki ketersediaan warna berbeda.

        Harga Aerox 155 tentunya bervariasi sesuai versi. Untuk yang terendah yaitu standar, dibanderol sebesar 21.850.000. Sementara R-Version dan S-Version, masing-masing 23.750.000 dan 26.150.000. Semuanya dengan OTR Jakarta, ya.

        Nah, itulah spesifikasi Yamaha Aerox yang berkubikasi mesin 155 dan dilengkapi sistem VVA. Selain unggul dalam segi performa, seri ini mengerti kebutuhan setiap konsumen dengan disediakannya tiga varian.

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *